• 4

    Mar

    #FFRabu - Under Water

    “Aku tak bisa berenang, Mas.” “Aku akan memegangimu, Sayang. Kamu hanya perlu bernapas lewat mulut dan nikmati keindahan di bawah sana.” Tina pun mencebur. Perlahan ia mulai terbiasa dengan masker oksigennya. Gelembung-gelembung udara keluar seirama napas. Ia membuat lingkaran dengan jempol dan telunjuk tangan kanan yang berarti oke. Rupanya Tina mengingat pelajaran singkat menyelam yang kuberikan. Aku membalas gerakannya. Aku mulai menghitung sambil menunggu. “Mas….” Tina menyentak tanganku. Aku membuka mata. Tina menarikku terbang menuju kawanan malaikat. “Kita tidak perlu masker oksigen l...
  • 14

    Jan

    #FFRabu-Gratifikasi

    sumber http://yoannsyuana.blogspot.com/2012/10/hukum-hadiah-dan-gratifikasi.html Agus sumringah melihat seorang lelaki muncul di ruangannya. Kebetulan rekan-rekannya tidak berada di tempat.Rejeki besar nih, pikirnya. “Apa kabar, Pak Iqbal?” “Saya ingin berterima kasih atas bantuan Pak Agus.” “Yes!” Agus memekik perlahan saat melihat lelaki itu keluar sebentar dan masuk lagi dengan membawa sebuah kotak. “Ini, brownies buatan istri saya.” Setelah Pak Iqbal pergi, Agus memeriksa kotak itu dan hanya menemukan brownies di dalamnya. Agus mengambil ponsel dan menekan sebuah nomor. “Halo, Pak Iqbal. S...
  • 4

    May

    [Quiz MFF #4] Kegundahan Mimi

    Sketsa oleh Betty Sanjaya Asap bakaran ikan menyeruak dari dapur Emak. Aromanya terbawa angin hingga terhirup oleh hidung mungil Mimi, namun dia tetap bergeming. Gerakan ayunan ban yang dinaikinya sudah terhenti sejak tadi. Keteduhan pohon ketapang di mana ayunan itu terikat, menaungi wajah Mimi, menambah kesenduannya Minggu siang itu. “Mimi ….” Mimi mendongak dan melihat emaknya sudah berdiri di depannya. “Emak panggil kamu dari tadi.” “Oh, maaf, Mak. Mimi nggak dengar.” “Sudah ...
  • 14

    Apr

    Masyarakat yang Peduli? Masih Ada!

    Beberapa hari yang lalu aku membaca berita di koran mengenai pemberian bantuan transport kepada sekitar 593 kader posyandu se-Kota Samarinda. Penyerahan bantuan dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kota Samarinda di Rumah Jabatan Walikota Samarinda. Jumlah memang relatif kecil, yaitu Rp 1.200.000 pertahun untuk 5 orang kader di tiap posyandu. Apakah Sahabat setuju bahwa jumlah yang diterima para kader itu kecil? Ya, bila dibandingkan dengan peranannya selama ini, tentulah Rp 20.000 perbulan itu tak seberapa. Namun karena memang ini hanyalah bersifat bantuan, bukan pembayaran. Sedangkan kita sangat paham bahwa menjadi kader merupakan sebuah kegiatan sukarela. Tak pernah ada gaji untuk para kader. Siapa
  • 26

    Mar

    Bisik-bisik Pemilu

    Jelang pemilu ini wajah kampungku semakin meriah. Memasuki jalan menuju kampungku, banyak terpasang spanduk berhiaskan wajah dengan senyum menarik. Dibandingkan Pemilu lalu, kali ini lebih banyak lagi wajah yang kukenal. Mereka ada yang tetangga, teman kakakku, bahkan ada pula yang masih terhitung famili jauh. Beberapa tempat atau ruko di tpi jalan dijadikan posko pemenangan para caleg. Coblos nomor sekian. Bersih dan amanah. Kira-kira seperti itulah bunyi salah satu spanduk yang dipasang membentang tinggi di atas jalan raya. Menurutku, daripada pesimis dan sinis, lebih baik jargon-jargon yang tercetak di spanduk para caleg itu di-amin-kan saja. Semoga janji mereka memang akan diwujudkan saat terpilih. Setiap kali adanya Pemilu atau Pilkada, selalu ada kasak-kusuk di antara warga. Mulai
  • 11

    Feb

    Cinta Tanpa Hiatus Sang Kepala Daerah

    Apa sih sebenarnya yang ada di benak seorang calon kepala daerah-misalnya kota- saat menggelontorkan program-program andalan kepada publik daerahnya? Apakah bermaksud caper (cari perhatian), tepe-tepe (tebar pesona)? Atau memang serius untuk memberikan perhatian bila kelak benar-benar menjabat? Apapun bentuk programnya, aku yakin warga berharap agar program tersebut kemudian tidak terlupakan begitu saja saat kursi empuk di Balai Kota bisa diduduki oleh si calon kepala daerah. Program yang paling sering didengung-dengungkan biasanya adalah mengenai kesehatan. Tak terkecuali di kotaku, program andalan walikota adalah pemberian jaminan kesehatan bagi warga Samarinda. Meski program ini menuai opini sinis, namun boleh dibilang banyak yang berpendapat positif mengenai pemberian jaminan ini. Tel
  • 6

    Feb

    Prompt #37: Air Mata Peri

    “Ini adalah penemuan besar yang dapat bermanfaat bagi umat manusia. Sekian dan terima kasih.” Auditorium itu dipenuhi gemuruh tepuk tangan. Seluruh hadirin berdiri memberi penghormatan pada Joko. “Bagaimana cara Bapak melakukannya?” “Sudah saya paparkan saat presentasi dalam gedung tadi,” dengan senyuman Joko menatap para wartawan yang mengerubunginya. “Bapak yakin tak melakukan hal yang menyakitkan untuk mendapatkan bahan baku? Manusia saja terkadang harus disakiti baru bisa menangis.” “Seratus persen cara yang saya lakukan sangat ilmiah.” “Benarkah air mata peri bi...
  • 25

    Jan

    [Pesta FlashFiction] 25 Januari

    “Dua puluh lima Januari?” “Iya.” “Berarti minggu depan ya?” Bimo menatap lekat sebuah undangan berwarna merah jambu. “Hmm … bisa nggak ya ….” “Kamu harus datang, Bim.” “Iya, iya. Aku akan usahakan datang dan berdoa yang terbaik untuk calon mempelai.” “Ajak Tina juga.” “Pasti dong, Frisa. Kalau pergi kondangan tanpa istri, apa kata dunia.” “Tumben banget. Biasanya istri disimpan di rumah saja.” “Bukan begitu. Istriku itu orang rumahan banget. Biasanya dia merasa kurang nyaman di keramaian. Tapi, demi hajatan sahabatku tersayang ini, aku akan merayu istriku agar mau datang.” “Gitu, dong. Awas ya kalau kamu nggak datang. Aku nggak mau kenal kamu lagi!̶
  • 21

    Jan

    Tebak-tebakan

    Aku sangat menyukai tebak-tebakan. Meski tidak semuanya bisa kujawab dengan benar. Seperti halnya salah satu kuis yang pernah diadakan oleh Pakdhe Cholik, Kuis Tebak Nomor HP dengan mengunakan Gadis Molek sebagai ‘tokoh utama’. Kuis ini sukses membuatku berpikir cukup keras. Hingga kemudian aku mendapatkan sederet angka serupa nomor HP, hasil dari coretanku yang ternyata salah. Akhirnya aku gagal menebak nomor HP si gadis molek, karena aku tidak terpikir cara yang benar. Namun kegagalan ini tentu tak menyurutkan semangatku untuk terus menjajal kuis/tebak-tebakan yang diadakan oleh Pakdhe Cholik. Kuis tebak nomor HP ini sebenarnya tidak diadakan di cakcholik.blogdetik.com, tetapi di blo
  • 18

    Dec

    Restu Dari Emak

    Ya, aku pernah bandel Tanpa restu emak, nekad bepergian Hasilnya, patah tulang! Ya, aku duduk lama di depan laptop Emak meradang! Hingga tiba sebuah iPod Touch hadiah lomba nulis Emak sumringah Mohon doa restu ya, Mak Insya Allah aku lama di depan laptop, bukan untuk hal sia-sia Mari kita pose dulu pake iPod baru, Mak. Senyum!
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post