[BeraniCerita #15] Veronica

11 Jun 2013

Aku tak mengerti, mengapa kamu lebih memilih dipanggil Roni.

“Karena aku berbeda. Aku lebih tangguh dari siapapun,” ucapmu di tujuh belasmu.

Ya, kamu memang berbeda, dibanding Rina.

“Kamu akan selalu bertemu denganku,” janjimu.

*****

Terhitung tahun kamu bersikukuh mengekori perjalananku, sementara aku sama sekali tak inginkan dirimu. Kamu muncul di antara peserta saat aku menjadi pembicara di sebuah seminar di Padang. Waktu aku liburan ke Bali, aku menemukan wajah cantikmu sedang berfoto dengan latar belakang patung Garuda Whisnu Kenchana.

Aku tak heran saat melihatmu memeluk Shahruk Khan di Museum Madam Tussaud. Kamu mengejarku sampai ke Hongkong.

“Masih belum lelah, Ron?” tanyaku pada suatu senja di bawah Menara Kembar Petronas.

“Tidakkah kau ingin menyerah?” kamu balik bertanya.

Aku tergelak. “Aku ingin tahu, sekuat apa kamu bertahan mengejarku.”

Kamu mencibir cantik di dua puluh tujuhmu. Rasanya aku ingin menyerah, tetapi bukan sekarang.

*****

Ah, ternyata kamu muncul di balik salah satu pohon rindang saat lawatanku ke Kebun Raya Bogor.

“Kamu harus menyerah sekarang, karena aku akan menaklukkanmu!” serumu. Kamu di tiga puluh tujuh, semakin dewasa dan cantik. Dan semakin garang.

“Oh ya?” godaku.

“Aku akan membalas dendam atas kematian Rina, kakakku.” Segera kamu memasang kuda-kuda dan menyerangku. “Terimalah ini!”

Akupun menyambutmu. Kamu mengingatkanku pada Rina. Dalam beberapa hal kamu mirip dengan dia yang kucinta. Sama cantiknya. Namun kamu memang berbeda. Kamu begitu anggun dan bertenaga. Sedangkan Rina sangat rapuh. Sayangnya kamu selalu salah paham atas kematian Rina.

Napasmu tersengal. “Walau bagaimanapun, aku pasti bisa mengalahkanmu. Meski harus menunggu seratus tahun!” Kamupun berlalu.

Kekuatanmu bertambah besar, tetapi tetap saja aku bukanlah lawanmu. Aku berjanji, di pertarungan kita di masa yang akan datang, aku hanya akan mengerahkan separuh kemampuanku untuk melawanmu, karena aku ingin takluk padamu. Aku ingin mengubah dendammu padaku menjadi cinta.


TAGS flashfiction


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post