Jatuh Bangun Menjaga Eksistensi

22 Sep 2013

Jeng jeeeeng… *ambil mikropon

Jatuh bangun aku mengejarmu…
Namun dirimu tak mau mengerti…

Hehe…! Yup, jatuh bangun, itulah yang kurasakan saat mengelola sebuah blog. Aku perlu berjuang untuk mengejar kondisi blog yang tetap bisa tersentuh, tidak ditumbuhi lumut, apalagi sarang laba-laba. Aku bersyukur karena blog utamaku (try2bcoolnsmart) masih bisa bertahan hingga melewati ultahnya yang ke-4. Sedangkan blog ini, sudah lumayan banyak tulisan di dalamnya. Tetapi, bila dicermati lebih lanjut, masih banyak kekuranganku dalam melakukan kegiatan ngeblog, sehingga sempat sekali waktu blogku seperti mati, tak ada tulisan baru, ataupun pengunjung yang datang.

Sebenarnya, kunci utama dalam mempertahankan eksistensi sebuah blog adalah konsistensi. Mungkin bagi sebagian orang, sangatlah mudah menjaga irama mereka dalam ngeblog, misalnya waktu yang terorganisir, kapan harus menulis dan kapan harus berkunjung ke blog lain (blogwalking), serta kapan harus membalas komentar yang masuk ke blognya. Namun, kurasa masalah terbesarku adalah sulitnya menjada konsistensi itu. Kok bisa ya…?

Apa sih masalah terbesar yang menyebabkan sulitnya menjaga konsistensi ngeblog?

Menurut pandanganku, ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan sulitnya menjaga agar kita tetap konsisten dalam ngeblog:

1. Mood jelek.

Memang, hal yang paling mudah untuk dilakukan di dunia ini adalah mencari kambing hitam, bukan? Nah, yang paling sering dijadikan kambing hitam yaitu “MOOD JELEK“.

49f6dc12a9a20f1faa88071ba442be62_mood-jelek

Mood adalah sebuah istilah dalam Bahasa Inggris, yang artinya “suasana hati”. Menurutku, mood itu cukup liar dan seringkali sulit untuk dikendalikan. Mood itu ibarat angka pengangguran yang terus meningkat, akibat pertumbuhan ekonomi yang labil. Sayangnya, seringkali mood itu seperti kerupuk yang disimpan dalam kaleng. Hanya saja tutup kalengnya lupa dipasang. Jadinya isinya melempem, tak menggairahkan lagi kala dimakan. Saat mood jelek/melempem, jadi tidak bergairah untuk melakukan berbagai hal, termasuk ngeblog.

Bila tak ada alasan apa-apa, tetapi kita tetap tidak meng-update blog, itu tidak lain dan tidak bukan merupakan tanda-tanda MALAS. Rasa malas ini susah-susah gampang menyembuhkannya. Aku pernah terlarut dalam pusaran rasa malas, bahkan berenang-renang dengan indahnya. Saat terhubung ke jaringan internet, aku hanya bermain-main, browsing, atau curhat tak penting di jendela chat. Sementara blog sudah mulai sepi seperti di kuburan….

2. Lagi Sibuk, Cyiin.

Aktifitas offline, memang sulit untuk dihindari. Setiap hari harus bekerja, kemudian butuh istirahat karena kelelahan. Waktu yang sempitpun masih harus terbagi dengan kegiatan lainnya. Hal ini menyebabkan waktu ngeblog DIRASA sangat minimal. Ada kalanya aku malah tak sempat untuk menyalakan laptop. Aku memang belum padai dalam mengatur waktu. Saat kebetulan aku sibuk, aku sering kali tak bisa menyempatkan menulis. Terkadang waktu yang kumiliki terbuang percuma saat sibuk memikirkan apa yang akan kutulis.

3. Koneksi terbatas.

Senjata seorang blogger adalah tulisannya. Sedangkan tulisan itu perlu diunggah ke jaringan internet. Bila koneksi buruk, blogger takkan dapat memuat tulisan apapun di blognya. Namun apa daya, koneksi yang lancar jaya mungkin masih menjadi impian bagi sebagian besar blogger di negeri ini (termasuk aku). Terlebih lagi bila kuota internet-ku habis. Aku tak dapat berkutik.

Perlahan-lahan, aku mempelajari hal-hal yang bisa membuatku tetap konsisten dalam ngeblog. Silakan disimak cara-cara berikut ini:

1. Perbaiki mood.

Aku mencoba lihat-lihat list giveaway atau kontes/lomba blog. Biasanya hadiahnya bisa menjadi magnet untuk kita meng-update blog. Bukan bermaksud untuk menjadi blogger yang mata hadiahan (<-- istilah apa ini?? :D ), namun saat mood sedang jelek, kita perlu sebuah booster untuk membangkitkan mood. Hal ini cukup sering kulakukan. Biasanya aku akan terlebih dahulu memilih lomba yang lebih mudah persyaratannya. Atau pernah juga aku memilih lomba yang temanya sangat menarik perhatiaku.

2. Atur waktu, Cyiiin.

Ternyata bila semua teroganisir dengan baik, maka akan selalu ada waktu untuk ngeblog. Bila waktu yang kita miliki sedikit, maka kita tidak perlu membuat tulisan sepanjang 1.000 kata. Bila kita tidak punya cukup waktu untuk blogwalking, setidaknya setiap hari ada beberapa blog yang kita kunjungi. Bila kita memang terlalu sibuk, bergabung dalam komunitas blogger di dunia maya, setidaknya bisa menjadi sarana untuk menyambung silaturrahim dengan blogger lain. Kebanyakan orang tidak sempat menengok blognya, namun masih sempat update status di jejaring sosial, bukan? :D

3. Perbaiki koneksi

Saat berada di kantor, mungkin sinyal wifi sangat dapat menolong. Namun tidaklah elok jika saat ada kerjaan, aku malah sibuk menulis postingan atau blogwalking. Bila sedang tidak ada kerjaan, bolehlah nulis-nulis dikiiit. :D
Untuk di rumah, aku mencoba menyiapkan lebih dari satu SIM Card dari provider yang berbeda. Saat yang satu keok, kuharap yang lain bisa menggantikan.

Bagi seorang blogger, sangatlah penting untuk menjaga eksistensi. Karena itu ia perlu konsisten dalam ngeblog. Bila ia tidak konsisten menulis, lambat laun ia akan tertinggal dari blogger-blogger lain yang terus menulis.

Jatuh bangun dalam mempertahankan eksistensi ngeblog? Siapa takuut!

*Mari dilanjut ndangdutan…

Jatuh bangun aku mengejarmu…
Namun dirimu tak mau mengerti…

Cerita ini diikutsertakan dalam 2nd Give Away Ikakoentjoros Blog


TAGS giveaway blog blogging eksistensi blogger


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post