ATLAS

26 Sep 2013

Ada banyak kenangan dari seorang ayah. Almarhum ayahku, yang kupanggil “abah”, juga menyisakan kenangan di hatiku. Yang ingin kuceritakan adalah tentang permainan kami bersama “atlas”.

Apakah Sahabat tahu apa itu atlas? Atlas memiliki beberapa definisi. Namun yang kumaksudkan di sini, makna atlas adalah “kumpulan peta yang disatukan dalam bentuk buku” (sumber). Aku yakin Sahabat sekalian paham dengan peta. Biasanya atlas yang terbit di Indonesia berisi berisi peta masing-masing propinsi yang masuk dalam wilayah Indonesia, kemudian peta kelima benua. Kemudian pada halaman-halaman belakang atlas tersebut ada peta Indonesia yang menunjukkan daerah-daerah yang memiliki potensi hasil alam, seperti pertambangan dll. Lalu ada pula peta Indonesia yang menunjukkan hewan-hewan khas di berbagai wilayah. Misalnya burung cendrawasih di Papua, orang utan di Kalimantan, dll.

Credit

Dulu, waktu aku masih SD, di rumahku ada sebuah atlas. Entah bagaimana ceritanya atlas tersebut sampai ada di rumahku, yang jelas waktu itu buku itu masih terlihat baru. Abah sangat suka membuka atlas itu. Tak ketinggalan beliau mengajak aku dan/atau kakakku untuk membuka-buka atlas bersama beliau. Sebuah kaca pembesar menjadi teman kami setiap kalinya. Dengan gaya guru besar, abah membuka peta dan menjelaskan berbagai hal kepada kami. Dulu aku sudah mengenal seluruh propinsi di Indonesia (dulu masih sejumlah 27 propinsi). Aku juga cukup mengenal benua-benua yang ada di bumi ini. Salah satu peta yang sering dibuka abah adalah peta daerah kami, Kalimantan Timur dan sekitarnya. Beliau menjelaskan posisi kota kami dan daerah asal beliau ada di mana.

Aku ingat, betapa senangnya aku saat memandang gambar-gambar peta itu. Ada garis yang menunjukkan sungai, atau batas wilayah, dll. Lalu ada warna-warni peta yang memiliki makna tertentu. Aku tak pernah bosan melihat atlas itu. Aku tak sabar menunggu abah untuk membuka atlas itu bersama beliau, karena waktu abah tidak terlalu banyak. Abah bekerja sebagai buruh di perusahaan kayu dengan waktu kerja 2 shift, siang atau malam. Saat malam hari, kami tak bisa membuka peta, karena dulu di rumah kami belum ada penerangan listrik. Biasanya kami membuka atlas di siang atau sore hari, saat abah sedang dapat shift malam.

Dulu aku sempat keheranan saat teman-teman sekolahku mengalami kesulitan saat pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), karena mereka tidak bisa membaca peta. Alhamdulillah, aku sangat bangga, abahku yang hanya lulusan Sekolah Rakyat, bisa memberikan pelajaran yang sangat berharga, yaitu pengenalan terhadap peta, yang sangat bermanfaat untukku dan saudara-saudaraku.

Atlas itu juga terus kupakai hingga bertahun-tahun kemudian. Kini atlas itu entah ada di mana. Terakhir kali kulihat belasan tahun yang lalu, sudah banyak halaman yang hilang dari peta itu, dan selotip tertempel di sana-sini.

Apakah Sahabat memiliki kenangan juga dengan ayah kalian?

Artikel ini disertakan dalam Semut Pelari Give Away Time, Kenangan paling berkesan dengan papa


TAGS peta atlas abah ayah


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post