Bisik-bisik Pemilu

26 Mar 2014

Jelang pemilu ini wajah kampungku semakin meriah. Memasuki jalan menuju kampungku, banyak terpasang spanduk berhiaskan wajah dengan senyum menarik. Dibandingkan Pemilu lalu, kali ini lebih banyak lagi wajah yang kukenal. Mereka ada yang tetangga, teman kakakku, bahkan ada pula yang masih terhitung famili jauh. Beberapa tempat atau ruko di tpi jalan dijadikan posko pemenangan para caleg.

Coblos nomor sekian. Bersih dan amanah.

Kira-kira seperti itulah bunyi salah satu spanduk yang dipasang membentang tinggi di atas jalan raya. Menurutku, daripada pesimis dan sinis, lebih baik jargon-jargon yang tercetak di spanduk para caleg itu di-amin-kan saja. Semoga janji mereka memang akan diwujudkan saat terpilih.

Setiap kali adanya Pemilu atau Pilkada, selalu ada kasak-kusuk di antara warga. Mulai dari pembicaraan mengenai para peserta pemilihan, kampanye, sampai ke cara pelaksanaan pemilihan di TPS. Yang akhir-akhir ini sering terdengar adalah mengenai uang yang beredar jelang pemilu, alias money politic. Meskipun tidak terlalu santer, tapi tetap saja terhembus kabar bahwa caleg ini bagi-bagi ini, atau caleg itu memberi sejumlah uang saat kampanye.

“Kalau diambil uangnya, tapi gak dicoblos, nanti yang makan duitnya itu perutnya gembung karena caleg-nya nggak ridho!” ucap Ibu A.

Aku terkekeh mendengar komentar ibu A. Perut gembung seperti yang ada di sinetron Rahasia Ilahi? Terdengar lucu, namun tetap menyeramkan memang. Ada tiga efek yang mungkin didapat dari komentar itu.

1. Orang-orang menjadi takut mengambil duit caleg dan tidak mau perutnya gembung, karena sebenarnya tidak berniat memilih caleg tersebut.

2. Orang-orang mengambil uang dari caleg dan berniat untuk memilih caleg tersebut saat pemilu.

3. Orang-orang mengambi uang caleg dan tidak berniat memilih caleg tersebut. Mereka yakin perut gembung itu tidak mungkin terjadi.

Manakah yang terbaik di antara 3 item di atas?

Idealnya sih memang yang terbaik adalah yang mengabaikan tawaran uang dari para caleg dengan alasan menginginkan terciptanya pemilu bersih, bukan karena takut perut gembung. Katakan tidak pada politik uang! :)

Ada pernyataan atau pertanyaan jujur dari emakku. “Jadi nanti bagaimana cara nyoblosnya?”

Rasanya aku perlu menunjukkan gambar contoh surat suara dan menjelaskannya kepada beliau.

“Emak sudah ada pilihan,” ucap emak sambil tersenyum.

Siip deh, artinya emak akan menggunakan hak pilih beliau dan tidak menjadi golput.

sumber gambar


TAGS Pemilu 2014 #NgeblogPemilu2014


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post