<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Kaka Akin</title>
	<atom:link href="http://kakaakin.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kakaakin.blogdetik.com</link>
	<description>Just another Blogdetik.com weblog</description>
	<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 01:26:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menyerpih Perlahan</title>
		<link>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/03/16/menyerpih-perlahan/</link>
		<comments>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/03/16/menyerpih-perlahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 01:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakaakin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaakin.blogdetik.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Gambar pinjam disini.
Hanya sekedar kepingan yang terburai
Memungutnya satu persatu mungkin butuh waktu yang lama
Biarlah kucoba&#8230;

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6><img class="aligncenter" src="http://1.bp.blogspot.com/_6EFIFCHLmnU/S9KuDVQbdTI/AAAAAAAAADQ/NEWLNDrr7UM/s200/sewing_a_broken_heart.jpg" alt="" width="200" height="200" />Gambar pinjam <a href="http://dindacinta.blogspot.com/2010/04/hati-yang-retak.html" target="_blank">disini</a>.</h6>
<p style="text-align: justify">Hanya sekedar kepingan yang terburai</p>
<p style="text-align: justify">Memungutnya satu persatu mungkin butuh waktu yang lama</p>
<p style="text-align: justify">Biarlah kucoba&#8230;</p>
<p style="text-align: justify">
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/03/16/menyerpih-perlahan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sotoji, Soto Jamur Instant yang Nikmat</title>
		<link>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/03/05/sotoji-soto-jamur-instan-yang-nikmat/</link>
		<comments>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/03/05/sotoji-soto-jamur-instan-yang-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2012 17:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakaakin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kontes]]></category>

		<category><![CDATA[soto jamur instan]]></category>

		<category><![CDATA[Sotoji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaakin.blogdetik.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Soto adalah salah satu hidangan khas Indonesia. Berbagai varian soto didapati dari berbagai daerah. Umumnya bahan standarnya adalah menggunakan daging sapi atau daging ayam. Biasanya daging sapi berupa potongan-potongan kecil dan daging ayam berupa suiran-suiran. Disajikan dengan pelengkap nasi atau lontong, sohun, telur dan taburan bawang goreng. Namun kini ada terobosan baru yaitu soto berbahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Soto adalah salah satu hidangan khas Indonesia. Berbagai varian soto didapati dari berbagai daerah. Umumnya bahan standarnya adalah menggunakan daging sapi atau daging ayam. Biasanya daging sapi berupa potongan-potongan kecil dan daging ayam berupa suiran-suiran. Disajikan dengan pelengkap nasi atau lontong, sohun, telur dan taburan bawang goreng. Namun kini ada terobosan baru yaitu soto berbahan jamur tiram, namanya adalah <strong><a href="http://www.sotoji.com/" target="_blank">SOTOJI</a>,</strong> soto jamur instan.<span id="more-40"></span></p>
<p style="text-align: center"><img class="aligncenter size-full wp-image-41" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/02/sotoji-1.jpg" alt="sotoji-1" width="314" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify">Seperti kita ketahui, orang Indonesia banyak yang menggemari makanan yang disajikan panas dan berkuah, seperti soto. Kemasan praktis Sotoji, membuatnya dapat dinikmati dimana saja dan kapan saja. Dengan cara memasaknya yang mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama, semangkuk soto jamur yang lezat dapat segera tersaji.</p>
<p style="text-align: center"><img class="aligncenter size-full wp-image-42" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/03/sotoji-2.jpg" alt="sotoji-2" width="314" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-43" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/03/sotoji-4-150x150.jpg" alt="sotoji-4" width="150" height="150" />Saat membuka kemasan Sotoji, kita disuguhi sekeping sohun, jamur tiram goreng dan bumbu-bumbu. Sementara sohun dan jamur tiram direbus dalam sekitar 2 gelas (400 ml) air mendidih hingga 2 menit, kita bisa menyiapkan bumbu-bumbu. Satu hal yang kusukai adalah aku tak perlu repot-repot mencari gunting untuk membuka kemasan bumbu. Robekan kecil pada tepi kemasan bumbu, memudahkan kita untuk membukanya. Kemudian bumbu-bumbu dituang ke dalam mangkuk.</p>
<p style="text-align: justify">Setelah sohun dan jamur matang, tuangkan beserta kuahnya ke dalam mangkuk berisi bumbu, kemudian diaduk. Dari tahap ini telah terlihat bagaimana penampilan dari soto jamur ini. Sotoji tampak tidak berbeda dengan soto buatan konvensional.</p>
<p style="text-align: center"><img class="aligncenter size-full wp-image-45" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/03/sotoji-5.jpg" alt="sotoji-5" width="358" height="269" /></p>
<p style="text-align: justify">Paduan antara bumbu, bubuk cabe dan minyak soto, menimbulkan warna yang menggugah selera. Air liurpun terbit sebelum mencicipinya. Apalagi penampilan suiran jamur tiram yang tidak sedikit itu, seolah-olah memanggil untuk disantap.</p>
<p style="text-align: justify">Sotoji bisa disajikan sebagai pendamping nasi. Kalau pakai lontong, apakah boleh? Tentu saja, karena Sotoji adalah soto. Tanpa meragukan kandungan gizinya, adanya jamur tiram pada Sotoji membuatnya unggul. Jamur tiram banyak mengandung protein, vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.</p>
<p style="text-align: center"><img class="aligncenter size-medium wp-image-46" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/03/sotoji-6-300x224.jpg" alt="sotoji-6" width="270" height="202" /></p>
<p style="text-align: justify">Rasa Sotoji sangat nikmat. Mungkin kita akan terlupa kalau yang kita buat tadi adalah soto jamur instan. Bumbunya pas dan gurihnya tidak berlebihan, meskipun kita menggunakan seluruh bumbu dalam kemasan. Rasa jamur tiramnya juga kaya, persis seperti saat kita makan suiran daging ayam. Lagi pula suiran jamur tiram yang cukup banyak, sehingga jamur selalu ada dalam setiap suapan yang masuk ke mulut kita. Terlebih lagi adanya label halal pada kemasan Sotoji, menambah tenang hati untuk menikmati kelezatannya.</p>
<p style="text-align: justify">Tak salah lagi, <a href="http://www.sotoji.com/" target="_blank">Sotoji</a> bisa menjadi menu pilihan keluarga. Saat pagi hari ingin sarapan lezat, namun tak cukup waktu untuk memasak, Sotoji bisa menjadi pilihan. Bila menginginkan menu makan siang yang berbeda, Sotoji dengan jamurnya bisa ditampilkan, terlebih lagi bila ditambah bahan-bahan lain, seperti telur rebus dan sayuran. Saat udara dingin di malam hari, sajian Sotoji bisa turut mengahangatkan.</p>
<p style="text-align: justify">Selamat menikmati Sotoji&#8230;</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/03/05/sotoji-soto-jamur-instan-yang-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Monoton, Kata Si Abang</title>
		<link>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/17/jangan-monoton-kata-si-abang/</link>
		<comments>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/17/jangan-monoton-kata-si-abang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 14:59:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakaakin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[Kontes]]></category>

		<category><![CDATA[Blogger Bicara Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaakin.blogdetik.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[
Suatu sore yang indah, Neng duduk di ayunan yang ada di teras rumahnya. Tak jauh darinya, duduklah abangnya. Neng terkadang  suka berbincang-bincang dengan abangnya yang sudah banyak mengecap asam dan garam kehidupan.
Sore itu wajah Neng murung. Si Abang yang melihat pemandangan itu heran.
&#8220;Kok murung, Neng? Ada apa?&#8221;
&#8220;Hmm&#8230; Bang, gimana sih caranya supaya nggak bosan sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggerbicaracinta.blogdetik.com/files/2012/02/satya-okie-riexel.png"><img class="aligncenter" src="http://bloggerbicaracinta.blogdetik.com/files/2012/02/satya-okie-riexel.png" alt="" width="398" height="58" /></a></p>
<p>Suatu sore yang indah, Neng duduk di ayunan yang ada di teras rumahnya. Tak jauh darinya, duduklah abangnya. Neng terkadang  suka berbincang-bincang dengan abangnya yang sudah banyak mengecap asam dan garam kehidupan.</p>
<p>Sore itu wajah Neng murung. Si Abang yang melihat pemandangan itu heran.<span id="more-36"></span></p>
<p>&#8220;Kok murung, Neng? Ada apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm&#8230; Bang, gimana sih caranya supaya nggak bosan sama pasangan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Oo&#8230; Kamu mulai dilanda bosan ya?&#8221; Abang menggodanya.</p>
<p>&#8220;Yah, Si Abang&#8230; Ditanya malah balik nanya,&#8221; Neng manyun.</p>
<p>&#8220;Baiklah, Abang akan jawab pertanyaanmu. Mudah saja cara supaya tidak bosan.&#8221;</p>
<p>Neng memasang telinga lebar-lebar untuk mendengarkan penjelasan Abangnya.</p>
<p>&#8220;Abang sudah lama berumah tangga, tapi tidak pernah bosan. Kuncinya hanya satu, jangan monoton.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maksudnya, Bang?&#8221; Neng yang masih lugu, menggaruk-garuk kepalanya.</p>
<p>&#8220;Maksdunya, jangan lakukan hal yang sama berulang-ulang. Dijamin nggak akan bosan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oo&#8230; Jadi, misalnya kalau liburan, jangan ke tempat itu melulu ya, Bang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bener banget. Contoh lainnya adalah misalnya kegiatanmu setiap hari itu melulu, tidak ada variasi. Bisa bosan juga loh.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya juga ya, Bang. Orang lain saja mungkin bosan melihat kita yang melakukan hal yang itu-itu saja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau pasangan tidak melakukan variasi pada kebiasaannya, kesehariannya, yang ada juga hidup akan seperti robot. Robot itu sudah diprogram, setelah ini akan melakukan ini. Bayangkan, betapa monotonnya hidup. Berikanlah kejutan-kejutan, agar hubungan lebih berwarna-warni.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bener juga, Bang,&#8221; ucap Neng sambil manggut-manggut.</p>
<p>&#8220;Contoh lain lagi, misalnya dalam berumah tangga, hendaknya tidak menyajikan yang itu-itu melulu,&#8221; Abang memanjangkan leher untuk mengintip ke dalam rumah, khawatir Si Teteh mendengar pembicaraan mereka. &#8220;Kalau kemarin menyajikan ikan asin, mestinya hari ini jangan ikan asin lagi dong,&#8221; ucap Abang sambil berbisik.</p>
<p>Neng tertawa mendengar ucapan abangnya. Setidaknya, sore itu ia sudah mendapatkan pencerahan untuk menghindari rasa bosan pada pasangan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/17/jangan-monoton-kata-si-abang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ruang Hati</title>
		<link>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/15/ruang-hati/</link>
		<comments>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/15/ruang-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 20:16:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakaakin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[flashfiction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaakin.blogdetik.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Gambar dari sini
Semangkuk soto Banjar sudah berpindah ke perutku. Kami baru saja merayakan promosi Mas Teguh di warung soto Banjar .
&#8220;Bunda, ayah ambil mobil dulu,&#8221; kemudian Mas teguh bergegas menuju mobil kami yang terparkir agak jauh.
&#8220;Iya, Yah,&#8221; perlahan aku menuntun Azzam menuju tepi jalan raya untuk menunggu ayahnya. Jilbabku melambai perlahan karena tertiup angin. Kugenggam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-68VDyjEnBK0/TdZd7N9aJSI/AAAAAAAAATg/UVAmPAuW2AQ/s320/Puisi+Cerita+Hati.jpg"><img class="aligncenter" src="http://3.bp.blogspot.com/-68VDyjEnBK0/TdZd7N9aJSI/AAAAAAAAATg/UVAmPAuW2AQ/s320/Puisi+Cerita+Hati.jpg" alt="" width="320" height="261" /></a>Gambar dari <a href="http://tarbiyahkehidupan.blogspot.com/2011/05/pilihan-hati.html" target="_blank">sini</a></p>
<p style="text-align: justify"><span>Semangkuk soto Banjar sudah berpindah ke perutku. Kami baru saja merayakan promosi Mas Teguh di warung soto Banjar .</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Bunda, ayah ambil mobil dulu,&#8221; kemudian Mas teguh bergegas menuju mobil kami yang terparkir agak jauh.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Iya, Yah,&#8221; perlahan aku menuntun Azzam menuju tepi jalan raya untuk menunggu ayahnya. Jilbabku melambai perlahan karena tertiup angin. Kugenggam erat tangan Azzam yang belum genap berusia 3 tahun.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Waktu Kota Samarinda belum menunjukkan pukul sepuluh malam, namun jalan ini sudah mulai sepi. Kupandangi bangunan di samping warung soto. Aku sangat mengenalinya, Paradise Club.<span id="more-35"></span><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Kerlap-kerlip lampu di depan bangunan itu sudah mencirikan apa isinya. Beberapa perempuan berbusana minim, berdiri di sekitar parkiran. Mereka mirip denganku, bertahun-tahun yang lalu.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Tiba-tiba sebuah sedan mewah berhenti di dekatku. Perlahan keluar sesosok perempuan cantik dari sisi penumpang. Tubuhnya ramping, membuatku sangat iri. Perempuan itu mengedarkan pandangannya. Lalu tatapan kami bertemu. </span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Aku terbelalak. Wajah itu adalah wajah yang sangat kukenal! Dia adalah seseorang dari masa laluku.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Lalu kenangan berebutan untuk terlintas di benakku.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Aku suka kamu,&#8221; ucap Gery di telingaku.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Hingar-bingar suara musik yang mendentam tidak terlalu kunikmati. Ini adalah kali pertamaku masuk ke sebuah <em>night club</em>. Lalu aku bertemu dengan Gery, teman kuliahku yang kemudian menyatakan cintanya. Hatiku berdesir. Kurasakan wajahku menghangat.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Mengapa kamu diam saja, Nadya?&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Perutku lapar,&#8221; sahutku sambil tertawa. Aku memang belum makan malam.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Ayo, kita keluar,&#8221; ajak Gery sambil menggandeng tanganku menuju warung soto Banjar.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Sejak saat itu aku dan Gery kerap menghabiskan waktu bersama. Keliling kota, atau menghabiskan malam di tengah dentuman musik lantai dansa Paradise Club. Kami kompak, kerena sama-sama tidak menyukai minuman keras.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Nadya&#8230;,&#8221; Gery memanggil namaku, pada suatu hari di teras rumahku.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Ada apa, Gery?&#8221; tanyaku sambil memandang wajah tampannya. Sudah berminggu-minggu Gery mengisi ruang hatiku.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Kamu tahu aku sangat mencintaimu&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Lalu&#8230;?&#8221; </span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Aku harus&#8230; pindah ke Jakarta bersama orang tuaku.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Oh&#8230; Berarti kita berhubungan jarak jauh,&#8221; ucapku sedih.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Karena itulah, aku tak ingin membuatmu sedih, Nad.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Maksudmu?&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Kita berpisah saja.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Tapi&#8230; Aku&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Aku takkan sanggup memikirkanmu saat kita terpisah oleh jarak, Nad. Karena itu, aku putuskan agar kita berhenti sampai disini.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Aku termangu, menatap sepeda motor yang berlalu. Ruang hatiku yang telah terisi nama Gery, mendadak kosong.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Bunda&#8230; Bunda&#8230;&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Tangan kecil Azzam menarik-narik ujung jilbabku, sekaligus menarik alam pikiranku dari masa lalu.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Iya, Sayang,&#8221; aku berbicara menghadap Azzam.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Mobil ayah sudah datang,&#8221; ucap Azzam.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Aku kembali menatap perempuan cantik itu. Perlahan ia melangkah mendekatiku.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Hai, Nadya,&#8221; suaranya lembut membelai, &#8220;bertahun-tahun kita tidak bertemu. Kamu semakin cantik dengan kerudung itu.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;G&#8230; Ge&#8230;&#8221; aku tak sanggup berkata-kata. Air mataku mengalir deras.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Rupanya kita ditakdirkan bertemu dengan cara seperti ini,&#8221; tangan perempuan itu menghapus lembut air mataku. Lalu ia berbalik perlahan menuju Paradise Club.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Gery&#8230;&#8221; aku terisak. Gery menghentikan langkahnya.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>&#8220;Anakmu sangat tampan, Nad,&#8221; ucap Gery tanpa membalikkan badan, &#8220;dan sekarang namaku Rani.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Aku terdiam saja di dalam mobil dalam perjalanan pulang, meskipun Mas Teguh memandangku heran. Pipiku sudah kering, namun benakku masih memikirkan Gery. Gery yang kini menjadi Rani, entah apa penyebabnya. Gery yang dulu pernah memenuhi ruang hatiku, kini tiada lagi.</span></p>
<p style="text-align: justify">_____________________</p>
<p style="text-align: justify">Jumlah : 499 kata.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/15/ruang-hati/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ke Monas Yuk!</title>
		<link>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/09/ke-monas-yuk/</link>
		<comments>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/09/ke-monas-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 16:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakaakin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[liburan seru]]></category>

		<category><![CDATA[Monas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaakin.blogdetik.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[
Monas adalah singkatan dari Monumen Nasional. Monas merupakan sebuah bangunan yang membanggakan bagi bangsa Indonesia. Didirikan sejak tahun 1961, kini Monas sudah berusia lebih dari setengah abad. Bentuk kobaran api yang berlapis emas pada puncaknya, hingga kini masih mewakili semangat bangsa Indonesia yang menyala-nyala.
Saat berada di Jakarta sebaiknya menyempatkan berkunjung ke tugu Monas. Bangunan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><a href="http://tenteraverbisa.wordpress.com/2012/01/06/liburan-seru-say-no-to-mall/"><img class="aligncenter" src="http://tenteraverbisa.files.wordpress.com/2012/01/contoh1.jpg?w=300&amp;h=196" alt="" width="300" height="196" /></a></p>
<p style="text-align: justify">Monas adalah singkatan dari Monumen Nasional. Monas merupakan sebuah bangunan yang membanggakan bagi bangsa Indonesia. Didirikan sejak tahun 1961, kini Monas sudah berusia lebih dari setengah abad. Bentuk kobaran api yang berlapis emas pada puncaknya, hingga kini masih mewakili semangat bangsa Indonesia yang menyala-nyala.<span id="more-26"></span></p>
<p style="text-align: justify">Saat berada di Jakarta sebaiknya menyempatkan berkunjung ke tugu Monas. Bangunan ini berada di Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.</p>
<p style="text-align: justify">Beberapa waktu lalu, aku juga menyempatkan mampir ke Monas, bersama dengan teman tanteku dan anaknya, serta seorang lagi anak teman tante yang lain. Saat memasuki halaman taman Monas, kami disambut oleh sebuah kereta yang mengantarkan kami ke pintu yang menuju ke arah loket pembelian tiket masuk.</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-medium wp-image-27" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/02/bergaya-di-monas-300x224.jpg" alt="bergaya-di-monas" width="300" height="224" />Setelah mendapatkan tiket (Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak), kami lalu melangkah naik menuju teras Monas. Tidak lupa mengambil gambar dengan berbagai pose. Pada halaman luar monumen juga terdapat relief timbul tentang sejarah Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify">
<div id="attachment_28" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-28" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/02/afif-dan-alun-300x224.jpg" alt="Alun dan Afif, dua anak yang ceria" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Alun dan Afif, dua anak yang ceria</p></div>
<p>Syukurlah, saat itu pengunjung Monas sedang tidak berjubel. Jadinya, tak lama kami sudah memegang tiket untuk naik lift menuju puncak Monas.</p>
<p>Saat berada di atas, apa sebenarnya yang dilihat?</p>
<p>Tentu saja pemandangan Kota Jakarta dari puncak Monas. Anak-anak sangat antusias melihat-lihat pemandangan baik secara langsung maupun melalui teropong yang tersedia.</p>
<div id="attachment_30" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-30" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/02/di-monas-300x224.jpg" alt="&quot;Kak, aku juga mau lihat,&quot; kata Alun :)" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">&quot;Kak, aku juga mau lihat,&quot; kata Alun :)</p></div>
<p>Pemandangan yang terlihat dari puncak Monas ini sangat khas. Biasanya yang terdapat pada hasil jepretan siapapun yang pernah naik kesana, selalu sama, yaitu adanya besi pengaman yang terpasang.</p>
<p style="text-align: justify"><img class="aligncenter size-medium wp-image-31" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/02/pemandangan-dari-puncak-monas-300x224.jpg" alt="pemandangan-dari-puncak-monas" width="300" height="224" />Setelah puas berfoto-foto dan melihat-lihat pemandangan, kami lalu turun menuju Museum Sejarah Nasional Indonesia. Di tempat ini tak kalah menariknya, karena berisi berbagai diorama sejarah Indonesia. Anak-anak dengan semangat memandang setiap diorama yang ada. Tidak ketinggalan pula mereka mengajukan berbagai pertanyaan mengenai diorama itu. Untung saja pada setiap diorama dilengkapi dengan penjelasan, jadinya aku tidak kebingungan menjawabnya.</p>
<p style="text-align: justify">
<div id="attachment_32" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-32" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/02/diorama-300x224.jpg" alt="Diorama kerja paksa di masa penjajahan Belanda" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">Diorama kerja paksa di masa penjajahan Belanda</p></div>
<p>Ada sekitar 51 diorama yang bisa dilihat. Penjelasan terhadap anak-anak mengenai diorama ini, menjadi bagian yang seru pada kunjungan ke Monas. Apalagi bila kita bisa menjelaskan dengan bahasa yang bisa mereka pahami.</p>
<p>Setelah puas mengelilingi Museum Sejarah Nasional Indonesia, kami kemudian keluar. Tak lupa membeli souvenir khas Monas, antara lain kaos, pulpen dan berbagai pernak-pernik lainnya.</p>
<p>Perjalanan ke Monas selalu menyenangkan, meskipun telah mengunjungi tempat itu berulang kali. Tak ketinggalan, berfoto dengan latar Monas.</p>
<div id="attachment_33" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-33" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/02/bergaya-di-monas-2-224x300.jpg" alt="Bunda Afif, Afif dan Alun" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">Bunda Afif, Afif dan Alun</p></div>
<p>_________________________</p>
<p><em>Karya ini saya tulis dalam rangka turut meramaikan hajatan<strong><a title="liburan seru" href="http://tenteraverbisa.wordpress.com/2012/01/06/liburan-seru-say-no-to-mall/" target="_blank">Liburan Seru: Say No to Mall</a></strong>!</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/09/ke-monas-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Siapa?</title>
		<link>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/02/salah-siapa/</link>
		<comments>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/02/salah-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 03:17:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakaakin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kisah Sekitar]]></category>

		<category><![CDATA[anak SMP]]></category>

		<category><![CDATA[kecelakaan lalu lintas]]></category>

		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>

		<category><![CDATA[pasien]]></category>

		<category><![CDATA[sepeda motor]]></category>

		<category><![CDATA[UGD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaakin.blogdetik.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[
(sumber)
Seorang anak digendong masuk ke puskesmasku, pada suatu siang. Celana biru yang dikenakannya menunjukkan bahwa ia adalah anak SMP. Setelah diletakkan di tempat tidur UGD, para petugas kemudian memulai tindakan yang diperlukan. Namun sayang sekali semua telah terlambat. Saat melalui pintu puskesmaspun telah terlihat sosok kaku anak itu.
Cedera yang dialami anak itu banyak sekali, dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alisnaik.files.wordpress.com/2010/01/anak-smp.jpg?w=450"><img class="aligncenter" src="http://alisnaik.files.wordpress.com/2010/01/anak-smp.jpg?w=450" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify">(<a href="http://alisnaik.wordpress.com/2010/08/27/anak-anak-smp/" target="_blank">sumber</a>)</p>
<p style="text-align: justify">Seorang anak digendong masuk ke puskesmasku, pada suatu siang. Celana biru yang dikenakannya menunjukkan bahwa ia adalah anak SMP. Setelah diletakkan di tempat tidur UGD, para petugas kemudian memulai tindakan yang diperlukan. Namun sayang sekali semua telah terlambat. Saat melalui pintu puskesmaspun telah terlihat sosok kaku anak itu.<span id="more-25"></span></p>
<p style="text-align: justify">Cedera yang dialami anak itu banyak sekali, dalam bahasa medis biasa disebut &#8216;Multiple Trauma&#8217;. Pada bagian kepala terdapat memar. Pada tangan dan kaki kiri sudah terlihat tonjolan tulang yang patah, meskipun belum sempat merobek kulit. Pada bagian badan tampak warna kebiruan menunjukkan adanya perdarahan. Bintik hitam matanya sudah melebar, tak ada respon lagi terhadap cahaya. Tiada denyut nadi lagi. Tiada respon lagi. Semua negatif.</p>
<p style="text-align: justify">Bersama anak itu, datang pula teman dari anak SMP tadi, yaitu dua orang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Masing-masing kelas 5 dan kelas 6 SD. Mereka memberi kesaksian bahwa mereka bertiga naik sepeda motor. Si anak SMP yang masih kelas 1 itu sebagai pengemudinya. Sepeda motor yang mereka naiki sebelumnya sedang melaju kencang tanpa helm pengaman, kemudian berusaha menyalip sebuah truk yang ada di depan mereka. Tiba-tiba dari arah yang berlawanan muncul sebuah truk tangki. Akhirnya mereka bertiga jatuh dan anak SMP itu jatuh ke arah kanan dan terlindas truk tangki.</p>
<p style="text-align: justify">Keadaan yang demikian sebenarnya salah siapa? Warga mencari-cari truk tangki yang telah menabrak itu. Apakah pengemudi truk tangki yang bersalah? Anak kelas 1 SMP itu mengemudikan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Apakah ia yang bersalah? Orang tua anak SMP itu yang menyuruhnya pergi ke suatu tempat yang lumayan jauh, sehingga perlu naik sepeda motor untuk pergi kesana. Apakah orang tuanya yang bersalah?</p>
<p style="text-align: justify">Saat kita melihat ke sekeliling kita, ada banyak sekali anak kecil yang sudah mulai mengemudikan kendaraan bermotor. Tidak sedikit pula yang mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematiannya sendiri, seperti kejadian diatas, atau mencederai orang lain, seperti kejadian beberapa waktu yang lalu di Makassar. Siapa yang bersalah?</p>
<p style="text-align: justify">Jika mencari-cari siapa yang bersalah pada tahap ini, memanglah tiada guna. Yang diperlukan kedepannya adalah pengawasan terhadap anak. Anak yang belum cukup umur sudah sepantasnya belum diperkenankan untuk mengantongi ijin mengemudi, dengan pertimbangan kedewasaan. Orang tua hendaknya mengawasi atau melarang anak untuk menggunakan sepeda motor atau kendaraan bermotor lainnya, karena ia belum bijaksana untuk melindungi keselamatan dirinya dan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify">
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/02/02/salah-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[15HariNgeblogFF] Sah!</title>
		<link>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/27/15haringeblogff-sah/</link>
		<comments>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/27/15haringeblogff-sah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 08:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakaakin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[#15HariNgeblogFF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaakin.blogdetik.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Sah! Sah!
Seisi ruangan kemudian kompak mengucap kata “barokallah”. Indah mengucap syukur dari balik tirai tipis. Teman-temannya yang sejak awal menemaninya mengucapkan selamat kepada Indah. Dengan terdengarnya kata “sah”, mimpi Indah tentang rumah tangga bahagiapun resmi dimulai.
Indah kemudian diantar untuk bertemu lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Lelaki itu, meskipun sedikit gugup, namun ia tampak jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="text-align: justify">Sah! Sah!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Seisi ruangan kemudian kompak mengucap kata “barokallah”. Indah mengucap syukur dari balik tirai tipis. Teman-temannya yang sejak awal menemaninya mengucapkan selamat kepada Indah. Dengan terdengarnya kata “sah”, mimpi Indah tentang rumah tangga bahagiapun resmi dimulai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Indah kemudian diantar untuk bertemu lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Lelaki itu, meskipun sedikit gugup, namun ia tampak jauh lebih tampan dibanding biasanya. Untuk pertama kalinya Indah duduk sangat dekat dengan Dirga, lelaki tampan yang telah berani menghadap kedua orang tuanya sebulan yang lalu untuk meminangnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center"><a href="http://fairykayland.blogspot.com/2011/03/seruan-semangat.html"><img class="aligncenter" src="http://1.bp.blogspot.com/-wJJ9FVAQTfU/TZVmnggRbOI/AAAAAAAAAAc/tMxnH3z5tXA/s320/small-house-in-the-village-coloring-page.jpg" alt="" width="320" height="238" /></a>(<a href="http://fairykayland.blogspot.com/2011/03/seruan-semangat.html" target="_blank">sumber</a>)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Betapa bahagianya Indah karena Allah telah memberinya seorang suami yang sangat baik, menghormati istri dan mau bekerja sama dalam membina rumah tangga. Setelah anak pertama mereka lahir, Dirga membantu Indah untuk mencuci pakaian si kecil. Kemudian anak kedua lahir, Dirga membantu memasak di dapur, karena keadaan Indah  yang sangat lemah. Indah merasakan cinta yang sangatmelimpah dari suaminya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Indah membalas suaminya dengan ketaatan yang berlipat-lipat. Ia selalu berusaha menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga sendiri sebagai ibu rumah tangga murni. Setiap akan keluar rumah Indah selalu meminta ijin dari suaminya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">“Indah, kurasakan cintaku padamu takkan berkurang sedikitpun, istriku yang cantik,” ucap Dirga pada suatu malam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">“Aku juga begitu, suamiku yang tampan,” sambil tersipu, Indah menyusupkan kepala ke pelukan suaminya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Sekitar setahun kemudian, anak ketiga Indah dan Dirga lahir. Dengan suka cita Dirga memeluk anaknya. Kaluarga mereka semakin bahagia karena dihiasi lebih banyak anak. Setiap pulang kerja atau hari libur, Dirga selalu meluangkan waktu untuk keluarganya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Kini Indah tak habis pikir terhadap suaminya. Bertahun-tahun Dirga berperan sebagai suami yang baik, tanpa cela sedikitpun. Namun seorang perempuan yang sedang duduk di hadapannya saat ini menunjukkan fakta yang berbeda. Beberapa bulan yang lalu Indah pernah melihat perempuan ini menggelayut mesra pada suaminya di sebuah taman. Di gendongan suaminya ada seorang anak berusia sekitas setahun. Berarti sudah lebih setahun suaminya memiliki wanita lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">“Demi anak-anakku, aku mohon tinggalkan suamiku,” Indah berusaha menekan suaranya agar setenang mungkin. Suasana cafe memang sepi, namun dada Indah tetap mengguruh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Perempuan itu tersenyum, lalu melipat tangan di atas meja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">“Aku tidak akan meninggalkan Dirga, Indah.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Indah terkejut mendengar ucapan perempuan itu. Apalagi ia tahu nama Indah, tetapi Indah tidak tahu nama perempuan itu. Indah tidak melihat alasan mengapa suaminya bisa jatuh cinta kepada perempuan ini. Dari segi penampilan, Indah jelas lebih segala-galanya darinya. Mengapa suaminya bisa begitu rapi menyembunyikan pernikahan keduanya dengan seorang perempuan yang bahkan berbedakpun tidak. <em>Aku jauh lebih cantik</em>, pikir Indah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">“Kamu memang manis, Indah. Tetapi Dirga telah membagi hatinya untukku,”  perempuan itu kemudian tersenyum puas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Indah menggelengkan kepala. Apakah perempuan ini bisa menebak pikirannya. Inikah akhir dari mimpinya di hari suara “sah” itu terdengar? Gambaran rumah tangga bahagia di benak Indah perlahan-lahan memudar. Sekeping demi sekeping hatinya terburai. Luruh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">____________________</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Jumlah : 446 kata</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/27/15haringeblogff-sah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kue Tart Terindah</title>
		<link>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/25/kue-tart-terindah/</link>
		<comments>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/25/kue-tart-terindah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 00:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakaakin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[unforgetable moments]]></category>

		<category><![CDATA[es degan]]></category>

		<category><![CDATA[foto]]></category>

		<category><![CDATA[hadiah]]></category>

		<category><![CDATA[kue tart]]></category>

		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaakin.blogdetik.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[
Aku tidak paham, mengapa momen ulang tahun selalu diidentikkan dengan kue tart. Beberapa kali juga aku pernah membuat kue tart untuk acara ulang tahun sepupuku, atas permintaan tanteku. Buatanku sebenarnya tidak spesial, namun aku selalu berusaha membuat yang terbaik yang aku bisa. Meskipun krimnya tampak gagal, namun hiasan pernak-pernik yang lain mampu mengalihkan perhatian. 

Lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span>Aku tidak paham, mengapa momen ulang tahun selalu diidentikkan dengan kue tart. Beberapa kali juga aku pernah membuat kue tart untuk acara ulang tahun sepupuku, atas permintaan tanteku. Buatanku sebenarnya tidak spesial, namun aku selalu berusaha membuat yang terbaik yang aku bisa. Meskipun krimnya tampak gagal, namun hiasan pernak-pernik yang lain mampu mengalihkan perhatian. <span id="more-20"></span><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Lalu bagaimana dengan acara ulang tahunku? Apakah dirayakan dengan  kue tart juga? Jangankan kue tart, dirayakan dengan mengadakan suatu acara spesial saja belum pernah. Sejak aku kecil, keluarga sederhana kami tidak terbiasa merayakan hari ulang tahun bagi setiap anggota. </span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Bagaimana dengan pesta kejutan yang biasanya  diadakan oleh teman-teman? Atau mungkin terkadang ada teman yang sering berbuat iseng mengerjai teman lain yang sedang berulang tahun? Aku sama sekali belum pernah mengalaminya! Kasihan <em>banget </em>ya&#8230; Mungkin hal ini patut kusyukuri juga, karena diisengi teman-teman bukan melulu hal yang menggembirakan. Siapa yang gembira bila rambutnya diceploki telur busuk yang baunya sulit hilang meski telah keramas berkali-kali?</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Tidak mendapatkan kue tart, tidak dikerjai, bukan berarti setiap momen ulang tahunku selalu sepi. Terkadang ada diantara teman yang memberikan kado kecil yang patut disyukuri.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span>Namun unsur kejutan saat ulang tahun, cenderung selalu menyenangkan dan diharap-harapkan. Seperti halnya saat buka bersama teman-teman Ramadhan tahun lalu, aku mendapatkan sebuah kejutan. Akhirnya aku mendapatkan kue tartku sendiri. Inilah penampakannya.</span></p>
<p style="text-align: justify">
<div id="attachment_21" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><img class="size-full wp-image-21" src="http://kakaakin.blogdetik.com/files/2012/01/tart-terindah.jpg" alt="Aku (paling kiri) sedang memegang 'tart' terindah" width="448" height="336" /><p class="wp-caption-text">Aku (paling kiri) sedang memegang &#39;tart&#39; terindah</p></div>
<p style="text-align: justify">Aku mendapatkan sebuah es degan, Saudara-saudara! Bukan dari teman-temanku, melainkan dari pelayan-pelayan di rumah makan tempat kami buka bersama. Entah mereka tahu dari mana hari ulang tahunku. Mungkin juga mereka sempat mendengar gurauan kami tentang ulang tahunku. Entahlah, karena mereka tiba-tiba muncul dengan membawa sebuah es degan sebagai hadiah bagi yang berulang tahun, sambil menyanyikan lagu <em>happy birthday</em>. Sebuah <em>surprise party</em> yang indah, karena baru kali ini kualami. Senang <em>banget</em>!</p>
<p style="text-align: justify">Jika ada yang protes, &#8220;itu kan es degan, bukan kue tart!&#8221;, aku akan menjawab &#8220;anggap sajalah kue tart&#8221;. Kasihan kan diriku yang belum pernah dapat kue tart dan baru kali ini mendapatkan kejutan. Lagi pula cara pelayan itu membawakan es degan itu ke hadapanku seolah-olah sedang membawa kue tart, lengkap dengan sedotan yang mencuat, mirip dengan lilin.</p>
<p style="text-align: justify">Pulang dari rumah makan itu, hatiku jadi berbunga-bunga. Cieeee&#8230; <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify">_________________________</p>
<p style="text-align: justify"><span>Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba posting di <a href="http://dblogger.blogdetik.com/2012/01/16/lomba-ekspresi-seru-dblogger/" target="_blank">dBlogger</a>. </span></p>
<p style="text-align: justify"><span><a href="http://dblogger.blogdetik.com/2012/01/16/lomba-ekspresi-seru-dblogger/"><img class="aligncenter" src="http://dblogger.blogdetik.com/files/2012/01/esdogger.jpg" alt="" width="137" height="512" /></a><br />
</span></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/25/kue-tart-terindah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[15HariNgeblogFF] Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta</title>
		<link>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/25/15haringeblogff-kalau-odol-lagi-jatuh-cinta/</link>
		<comments>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/25/15haringeblogff-kalau-odol-lagi-jatuh-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 18:22:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakaakin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[#15HariNgeblogFF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaakin.blogdetik.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Lega!&#8221; Teriak Si Odol yang akhirnya tak lagi terkurung dalam kotak sempit dan gelap. Kini ia berpindah ke tempat yang sangat manis, sebuah mug keramik berwarna putih.
Si Odol terkejut, karena ia bersenggolan dengan sebuah sikat gigi cantik. Warna tangkainya merah muda. Yang membuatnya sangat cantik adalah bulu-bulunya yang tampak berbeda. Di ujung bulunya ada tambahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>&#8220;Lega!&#8221; Teriak Si Odol yang akhirnya tak lagi terkurung dalam kotak sempit dan gelap. Kini ia berpindah ke tempat yang sangat manis, sebuah mug keramik berwarna putih.</span></p>
<p><span>Si Odol terkejut, karena ia bersenggolan dengan sebuah sikat gigi cantik. Warna tangkainya merah muda. Yang membuatnya sangat cantik adalah bulu-bulunya yang tampak berbeda. Di ujung bulunya ada tambahan bulu-bulu yang halus dan lembut. <span id="more-19"></span><br />
</span></p>
<p><span>&#8220;Hai&#8230;&#8221; Si Odol mendekatkan diri. Sikat gigi cantik itu mengabaikan Si Odol, padahal ia sangat ingin mengenal si cantik. Sayang sekali Si Odol tidak mendapatkan kesempatan untuk mengetahui nama sikat gigi itu.</span></p>
<p><span>&#8220;Hei! Jauhkan pandanganmu dari kekasihku!&#8221; Sesosok sikat gigi berbulu zig zag menegur Si Odol.</span></p>
<p><span>Si Odol mundur selangkah. Ia baru menyadari, ternyata ada sikat gigi lain dalam mug keramik itu. Ia merasa ngeri dan takut melihat bulu sikat yang zig-zag itu. Si Odol merasa seolah-olah bentuk bulu itu mengancamnya.</span></p>
<p><span>Si Odol terdiam. Sesekali ia melirik ke arah sikat cantik itu dan kembali ia mendapatkan delikan dari sikat zig zag. Oh, merananya, pikir Si Odol.</span></p>
<p><span>Keesokan harinya Si Odol bangun dengan gembira. Ia selalu bersemangat karena ia diciptakan untuk selalu berbuat baik kepada orang. Ia adalah pembersih. Dengan busa yang melimpah, ia mengangkut segala kotoran yang ada di mulut manusia yang memakainya. </span></p>
<p><span>Sejurus kemudian semangat Si Odol meredup. Ia tidak melihat sikat cantik itu di sampingnya. Sikat zig zag itu juga tidak ada. Wajar saja mereka tidak ada, mungkin mereka pergi berdua karena mereka adalah pasangan, pikir Si Odol. Si Odol merasa sedih, karena harus melewati hari itu tanpa sikat cantik di dekatnya.</span></p>
<p><span>&#8220;Hai&#8230;&#8221;</span></p>
<p><span>Si Odol menoleh-noleh. Siapa yang tadi memanggilnya? </span></p>
<p><span>&#8220;Hai, aku di bawah sini,&#8221; suara itu berucap. Rupanya ia bisa melihat keberadaan Si Odol dalam mug. Si Odol memandang ke bawah. Ternyata sikat gigi cantik berwarna merah muda itu ada di tempat sampah. </span></p>
<p><span>&#8220;Mengapa kamu berada disitu?&#8221; Si Odol terheran-heran melihat si cantik teronggok diantara pembalut-pembalut bekas.</span></p>
<p><span>&#8220;Aku tak diperlukan lagi. Karena buluku terlalu lembut, aku jadi tak dapat membersihkan kotoran dengan baik. Makanya aku dibuang.&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Hmm&#8230; Kekasihmu yang zig zag itu mana?&#8221; Si Odol melirik kesana-kemari.</span></p>
<p><span>&#8220;Oh, dia ada di lantai. Dia kan sudah tua, jadi dia dipakai untuk menyikat pojokan kamar mandi. Hei, dia itu bukan pasanganku loh,&#8221; sikat cantik itu tertawa. Ah, tawa itu membuat Si Odol jatuh cinta padanya.</span></p>
<p><span>&#8220;Ngomong-ngomong, siapa namamu? Sejak kemarin aku ingin menanyakannya.&#8221; </span></p>
<p><span>&#8220;Namaku Pinky, sesuai dengan warnaku.&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Namamu cantik, Pinky. Sama halnya denganmu yang cantik. Aku suka ka&#8230;&#8221; Belum selesai Si Odol mengucapkan kalimatnya, sesosok manusia masuk ke kamar mandi dan mengangkat tempat sampah.</span></p>
<p><span>Si Odol sedih, kini ia kehilangan Pinky, sikat gigi cantik yang sangat disukainya.</span></p>
<p><span>*****</span></p>
<p><span>Si Odol seharian berduka. Ia merasa tak bersemangat kala bertindak sebagai pembersih. Bagaimana bisa bahagia bila hidup sendiri saja?</span></p>
<p><span>&#8220;Hai!&#8221; Sebuah suara membangunkan Si Odol dari lamunan. </span></p>
<p><span>Ternyata suara itu berasal dari sebuah sikat gigi cantik berwarna hijau muda. Senyum Si Odol lalu mengembang melihat sikat gigi yang tak kalah cantik dibanding Pinky itu. Sikatnya juga berwarna hijau lembut. Ah, Si Odol jatuh cinta lagi&#8230; </span></p>
<p>_______________</p>
<p>Jumlah : 495 kata</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/25/15haringeblogff-kalau-odol-lagi-jatuh-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[15HariNgeblogFF] Senyum Untukmu yang Lucu</title>
		<link>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/22/15haringeblogff-senyum-untukmu-yang-lucu/</link>
		<comments>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/22/15haringeblogff-senyum-untukmu-yang-lucu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 11:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakaakin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<category><![CDATA[#15HariNgeblogFF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakaakin.blogdetik.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Nada MIDI lagu &#8216;Feel&#8217;-nya Robin Williams terdengar dari ponselku, menandakan sebuah pesan singkat masuk. Dari Reza.
Kutunggu kamu di jendela itu  
Ah, sebuah undangan dari Reza agar aku menjumpainya di jendela itu. Kadang aku yang mengundangnya melalui pesan singkat. 
Jendela itu adalah Yahoo! Messenger. Jendela yang menurutku bisa disejajarkan &#8216;pintu kemana-mana&#8217;-nya Doraemon. Hanya dengan satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Nada MIDI lagu &#8216;Feel&#8217;-nya Robin Williams terdengar dari ponselku, menandakan sebuah pesan singkat masuk. Dari Reza.</p>
<blockquote><p>Kutunggu kamu di jendela itu <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p style="text-align: justify">Ah, sebuah undangan dari Reza agar aku menjumpainya di jendela itu. Kadang aku yang mengundangnya melalui pesan singkat. <span id="more-15"></span></p>
<p style="text-align: justify">Jendela itu adalah Yahoo! Messenger. Jendela yang menurutku bisa disejajarkan &#8216;pintu kemana-mana&#8217;-nya Doraemon. Hanya dengan satu jendela, &#8216;Buzz&#8217; maka ku bisa kemana-mana.</p>
<p style="text-align: justify">Hampir setiap hari selama lebih dari setahun ini kami selalu terlibat dalam percakapan. Ada yang bertanya, apakah aku tidak merasa bosan? Dengan segera aku menggelengkan kepalaku. Tentu saja tidak akan membosankan, jawabku.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify"><strong>Buzz</strong><br />
<strong>Buzz</strong><br />
<strong>Reza</strong>: Eh, udah online ternyata<br />
Baru pulang ya?</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Si Unyu</strong>: Udah dari tadi sih<br />
Ke toilet dulu<br />
Setoran <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify"><strong>Reza</strong>: Huuuu <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
Bauuuuu<br />
#nutup idung</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Si Unyu</strong>:  Yeee<br />
Udah bersih kali&#8217;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify">Selalu menyenangkan bila dapat berbincang-bincang lewat jendela itu. Saat hati sedang gundah gulana karena menantikan pangeran yang tak kunjung tiba, mendadak &#8220;BUZZ&#8221;, Reza muncul dengan kegokilan yang mirip Raditya Dika. Tapi masih jauh lebih gokil Raditya Dika sih.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify">Buzz<br />
Buzz<br />
<strong>Si Unyu</strong>: Reza, tadi aku <em>chat</em> mantan</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Reza</strong>: Yang mana?</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Si Unyu</strong>: Itu, yang mirip sama Aaron Kwok<br />
Mana do&#8217;i bilang masih cinta lagi<br />
Jadi galau kan&#8230;<br />
 <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify"><strong>Reza</strong>:  Lah terus?<br />
Nunggu apa lagi?<br />
Sabet, Gan!<br />
 <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify"><strong>Si Unyu</strong>:  Huh!<br />
Apanya yang disabet<br />
Udah punya istri lagi<br />
Anaknya udah dua!</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Reza</strong>: Loh, bukannya kamu bersedia dijadikan yang kedua?</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Si Unyu</strong>: Hah? Kapan?<br />
Nggak tuh <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify"><strong>Reza</strong>: Kemarin kamu kan nyanyi lagunya Astrid<br />
Jadikan aku yang kedua&#8230;<br />
Buatlah diriku bahagia&#8230; #sing</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Si Unyu</strong>: Rezaaaa!!<br />
#ngelempar Reza pake sendal jepit</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Reza</strong>: #ngeles<br />
Nggak kena euy <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p style="text-align: justify">Memangnya cuma aku yang bisa galau? Reza juga dong. Aku paling senang nggodain dia.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify"><strong>Buzz<br />
Buzz</strong><br />
<strong>Reza</strong>: Nyu, capek banget nih<br />
Badanku pegel-pegel<br />
Pijitin dong</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Si Unyu</strong>: Sini&#8230;<br />
Kukirimkan pijitan virtual <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify"><strong>Reza</strong>: Huh</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Si Unyu</strong>: Makanya, Za&#8230;<br />
Buruan kawin<br />
Kasihan tuh yang disana nungguin</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Reza</strong>: Hehe&#8230;<br />
Apa kabar my honey ya?<br />
Kangen juga sama dia<br />
Kemarin SMS-nya nggak kubalas<br />
Sibuk</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Si Unyu</strong>: Ya ampun&#8230;<br />
Calon suami macam apa dirimu<br />
Chat denganku aja sempat</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Reza</strong>: kalau ada my honey, nanti ada yang mijitin ya kalau pulang kerja<br />
Kangen deh<br />
 <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify"><strong>Si Unyu</strong>: Makanya, buruan pulang<br />
Jangan jadi Bang Toyib deh</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Reza</strong>: Yee&#8230;<br />
Memangnya tiket Tokyo-Jakarta sama kayak Surabaya-Jakarta</p></blockquote>
<p style="text-align: justify">Yah begitulah. Reza mewarnai  hari-hariku. Ia sangat lucu. Meskipun kadang ia tidak bertingkah lucu (dalam obrolan), tapi tak jarang aku juga menertawakannya.</p>
<p style="text-align: justify">Tak lupa di akhir obrolan, aku selalu memberinya senyumanku yang termanis. Senyuman termanis yang bisa disajikan oleh deretan emoticon yang tersedia.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify">Buzz</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Si Unyu</strong>: Reza, ini senyumku untukmu yang lucu<br />
 <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <img src='http://kakaakin.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p style="text-align: justify">________________</p>
<p style="text-align: justify">Jumlah: 418 kata</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<blockquote>
<p style="text-align: justify">
</blockquote>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakaakin.blogdetik.com/2012/01/22/15haringeblogff-senyum-untukmu-yang-lucu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.859 seconds -->

