• 19

    Nov

    Hantaran

    (Sebuah #FF100Kata yang gagal didaftarkan, gegara telat :D ) Hampir setiap pasang mata terpaku pada hantaran di tegah ruangan. Sepasang lingerie merah begitu mencolok dalam sebuah keranjang rotan yang dikemas cantik. “Selera Tiwi boleh juga. Merah.” “Selera Anton, kalik.” Bisik-bisik terus menggema hingga jelang prosesi akad nikah. Tiwi dan Anton akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri. Malam harinya, pada sebuah kamar, tali-temali berusaha dipasang. “Ternyata kamu liar, Sayang.” “Lingerie merah adalah impianku. Lihat, pas dengan ukuranku, 36C.” Tiba-tiba pintu diketuk. “Mah!” teriak Tiwi dari luar. “Lihat hantaran Tiwi yang isinya pakaian dalam warna merah, nggak?” Papah dan Mamah Tiwi saling pandang, lalu memben
  • 7

    Nov

    [#FF100Kata] Anak Kesebelas

    “Satu, …, sebelas, duabelas!” “Bener, kan? Anak kita selusin,” ucap Joko. “Tapi aku tidak melahirkan dia.” Minah menunjuk urutan kesebelas pada sederet anak di depan mereka. Umurnya sekitar dua tahunan. “Kamu lupa ya? Dia Anto. Waktu hamil dia, kamu ngidam pizza.” “Kok aku nggak ingat ya?” “Mungkin karena kita terlalu banyak punya anak.” “Mungkin juga ya ….” Joko tersenyum senang, karena berhasil menyusupkan hasil hubungan gelapnya dengan Titin. Minah melirik Joko. Ia kasihan pada suaminya yang merasa bertanggung jawab merawat Anto yang entah anak siapa. Minah lalu meraih bungsunya dan melihat wajahnya yang mirip dengan Marwan, ayah dari semua anaknya. Diikutsertakan dalam #FF100Kata
  • 12

    Oct

    Prompt #29: 27 Maret

    Lelaki tua itu memandangi rak buku bagian politik. Dia masuk sesaat setelah pintu toko baru kubuka, dan sudah lebih dari satu jam dia berdiri di sana. Posisinya menghalangiku untuk membersihkan debu pada rak itu. Aku kembali ke meja kasir. Tanganku menyentuh kalender meja yang menunjukkan tanggal hari ini, 27 Maret 2011, hari Minggu pertama sejak bosku memutuskan untuk tetap membuka toko buku di hari bertanggal merah itu. Brukk! Setumpuk buku ditaruh di depanku. “Ini … semua, Pak?” tanyaku. “Iya,” sahutnya singkat. Tak kurang dari lima judul buku dengan masing-masing judul terdiri dari beberapa buku. Satu persatu aku memindai barcode buku itu. “Saya tidak mau negara ini dibodohi oleh masa lalu!” ucap lelaki itu tiba-tiba. Suaranya memenuhi seisi
  • 26

    Sep

    ATLAS

    Ada banyak kenangan dari seorang ayah. Almarhum ayahku, yang kupanggil “abah”, juga menyisakan kenangan di hatiku. Yang ingin kuceritakan adalah tentang permainan kami bersama “atlas”. Apakah Sahabat tahu apa itu atlas? Atlas memiliki beberapa definisi. Namun yang kumaksudkan di sini, makna atlas adalah “kumpulan peta yang disatukan dalam bentuk buku” (sumber). Aku yakin Sahabat sekalian paham dengan peta. Biasanya atlas yang terbit di Indonesia berisi berisi peta masing-masing propinsi yang masuk dalam wilayah Indonesia, kemudian peta kelima benua. Kemudian pada halaman-halaman belakang atlas tersebut ada peta Indonesia yang menunjukkan daerah-daerah yang memiliki potensi hasil alam, seperti pertambangan dll. Lalu ada pula peta Indonesia yang menunjukk
  • 22

    Sep

    Jatuh Bangun Menjaga Eksistensi

    Jeng jeeeeng… *ambil mikropon Jatuh bangun aku mengejarmu… Namun dirimu tak mau mengerti… Hehe…! Yup, jatuh bangun, itulah yang kurasakan saat mengelola sebuah blog. Aku perlu berjuang untuk mengejar kondisi blog yang tetap bisa tersentuh, tidak ditumbuhi lumut, apalagi sarang laba-laba. Aku bersyukur karena blog utamaku (try2bcoolnsmart) masih bisa bertahan hingga melewati ultahnya yang ke-4. Sedangkan blog ini, sudah lumayan banyak tulisan di dalamnya. Tetapi, bila dicermati lebih lanjut, masih banyak kekuranganku dalam melakukan kegiatan ngeblog, sehingga sempat sekali waktu blogku seperti mati, tak ada tulisan baru, ataupun pengunjung yang datang. Sebenarnya, kunci utama dalam mempertahankan eksistensi sebuah blog adalah konsistensi. Mungkin bagi sebagian ora
  • 15

    Sep

    5 Jenis Buah yang Paling Tidak Disukai

    Buah merupakan salah satu komponen penting dalam susunan menu yang kita makan sehari-hari. Alasan orang memakan buah ada yang karena ingin mendapatkan manfaatnya, ada pula karena memang suka. Kandungan gizi di dalam buah-buahan, seperti vitamin, serat dan mineral, sangat baik untuk tubuh kita. Buah yang banyak mengandung air, bisa menjadi penyejuk di siang hari yang panas. Buah yang berserat tinggi, dapat melancarkan pencernaan. Dengan segala kelebihan buah, ternyata ada orang yang tidak menyukai beberapa jenis buah. Aku memperhatikan orang-orang di sekelilingku, dan di antara mereka ada yang membuatku teperangah. Bagaiamana mungkin ada orang yang tidak suka sejenis buah yang rasanya manis dan segar. Aku jadi penasaran dan menanyakan ke beberapa orang lainnya, buah apa yang tidak mereka s
  • 14

    Sep

    Kamu Teman yang Seperti Apa?

    “Seandainya kamu masih di sini…” Kalimat itu diucapkan salah seorang temanku saat ia mencoba curhat tentang susana di tempat kerjaku terdahulu. Aku sudah tak ada kaitan dengan tempat kerja yang lama, namun hubungan pertemanan masih terus berlanjut. Sesekali aku juga masih berkunjung untuk menyapa teman-teman di sana. “…suasananya nggak akan sepanas sekarang ini. Kamu itu bisa mendinginkan suasana…” Saat itu aku terdiam karena tak tahu harus berbuat apa dan aku juga tidak tahu latar belakang permasalahannya. Aku juga perlu membatasi diri, karena aku sudah bukan ‘orang dalam’ lagi. Konflik di tempat kerja memang sangat mungkin untuk terjadi, mengingat ada banyak kepala dengan berbagai pemikiran. Kadang konflik tersebut terjadi antar bagi
  • 13

    Sep

    Tentang Emak

    Tiada pikiran bodoh sebodoh diriku. Bodoh karena aku telah mengabaikan sebentuk cinta yang begitu besar, cinta emak. Cinta yang terkucur bukan hanya dalam satu kurun waktu, namun sepanjang hidupku. Sekian puluh tahun hidupku selalu dalam lautan cinta emak. Menikmati air susu hingga 4 tahun usiaku. Memaksa beliau menunda menyelesaikan tugas rumah, hanya demi memenuhi keinginanku. Usapan lembut rambut emak menenangkanku tatkala aku menangis meraung-raung karena kepalaku benjol tertabrak pintu. Namun betapa naifnya aku karena mengabaikan emak tatkala beliau tertusuk duri dan sedang kesakitan. Aku entah dimana tak datang menengok. Sekian tahun aku disekolahkan. Mengharap aku bisa menjadi seorang perawat yang bermanfaat bagi umat. Bahkan sebelum aku bisa bermanfaat, emak lagi-lagi berperan se
  • 12

    Sep

    Ketika Kontroversi Menjadi Konsumsi, Pantaskah Tertawa?

    Bila ada yang bertanya, tren apa yang sedang berlaku di Indonesia saat ini, sepertinya akan banyak yang menjawab “Vickinisasi”. Tren tersebut berawal dari sebuah video wawancara yang dianggap kocak dan telah ditonton oleh ribuan orang. Lelaki yang ada dalam video itu dianggap telah berlagak pintar, karena menggunakan istilah-istilah yang tidak tepat dalam wawancara tersebut. Tak ayal lagi, bak kucing yang diberi ikan, masyarakat langsung menyambar lelucon tersebut. Aktor pada video wawancara itu menjadi bulan-bulanan pengguna jejaring sosial, sehingga istilah “Vickinisasi” menjadi semakin populer. Tak dipungkiri bahwa situs-situs jejaring sosial memiliki peranan yang begitu kuat untuk menyebarkan “Vickiisme”-sebuah istilah lain yang juga berkaitan. Berk
  • 11

    Sep

    Seberapa Sayang?

    “Sayang anak… Sayang anak…!” Kalimat sederhana yang kerap diteriakkan oleh para pedagang mainan keliling ini, sangat hebat. Entah siapa yang mencetuskannya pertama kali, yang jelas kalimat tersebut mengandung strategi dagang yang sangat jitu. Bagaimana tidak, tagline yang mereka gunakan bisa langsung menyentuh ke sanubari para orangtua. Saat anak sedang tidak bersamanya, teriakan Sayang anak bisa jadi membuat mereka teringat akan anak dan segera membelikan mainan yang dijual tersebut sebagai oleh-oleh. Berbicara mengenai anak, orang tua akan melunak hatinya. Kecintaan yang sedemikian besar pada anak, bahkan tak jarang melebihi kecintaan pada pasangan. Anak adalah cahaya, mentari, bulan ataupun bintang bagi orang tua. Anak juga menjadi pusat perhatian orang tuanya.

Author

Follow Me

Search

Recent Post